Rangkuman Mata Najwa : Menjadi Tumbal

Henda Saputra : Pernah menjadi korban disebuah perusahaan karena di duga korupsi. Kasus ini berawal ketika Hendra secara tiba-tiba dijadikan direktur oleh direktur perusahaan tersebut. Padahal pekerjaan Hendra setiap hari adalah sebagai office boy . Meskipun ada pengangkatan sebagai direktur, pekerjaan Hendra sama seperti biasanya , menyapu, mengepel, menjadi sopir dan lain-lain. Hendra sering dimintai tandatangan di perusahaan tersebut. Tapi sayangnya, Hendra selalu di desak sehingga dia tidak sempat tahu apa isi dari document yang sudah di tandatanganinya. Hendra sempat dilarikan diri ke Samarinda oleh dua orang karyawan di perusahaan tersebut. Hendra sadar kalau ia sudah dikorbankan setelah dia di tangkap oleh Polisi. Kasus Hendra berhasil terungkap yang sebenarnya setelah di lapas tiga bulan. Direktur dari perusahaan tersebut sempat meminta maaf kepada Hendra karena sudah menjadikannya korban dari sesuatu yang tidak dilakukannya. Kasus kedua, seorang mantan karaoke kasir di Semarang, Sri Mulyati.
Gambar 1 : Mata Najwa
Dia dituduh mempekerjakan anak di bawah umur. Sri Mulyati ditangkap polisi pada saat dia berada di tempat kerjanya. Kesedihan yang dialami Sri Mulyati karena kasus yang tidak pernah dilakukannya ( mempekerjakan anak dibawah umur) semakin lengkap, ketika ia mendengar suaminya koma. Tapi Sri Mulyati tidak diperbolehkan untuk menjenguk. Guntur Perdamaian, selaku kuasa hukum Sri Mulyati memang merasa janggal karena Sri Mulyati sendiri adalah seorang pekerja di tempat itu. Tidak mungkin kalau dia mempekerjakan anak dibawah umur sedangkan status dia adalah juga sebagai pekerja. Kasus ini berhasil terungkap dan Sri Mulyati dianggap tidak bersalah. Tapi sayangnya, hingga saat ini tidak ada tindakan dari kepolisian untuk menangkap pelaku sebenarnya. Banyak kerugian yang di alami Sri Mulyati, hingga Guntur Perdamaian, meminta agar ada ganti rugi dari negara. Dan guntur sudah menghitung agar negara membayar ganti rugi sebesar 20 juta. Dan dari pihak kejaksaan ganti rugi yang bisa di berikan sebesar 5 juta dan uang itu masih belum sampai ke tangan Sri Mulyati hingga sekarang. Kasus ketiga, terjadi pada Atik (seorang pegawai di bank yang dituduh mengambil uang dari dalam brankas sebesar 850 juta). Suami Atik berusaha untuk mengungkapkan kebenaran dari kasus tersebut tapi hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. Sehingga kasus tersebut masih menggantung. Pertanyaan: 1. Apa maksud dari menjadi tumbal pada topik diatas? Jawab : Menjadi tumbal maksudnya adalah orang lain yang menjadi sasaran untuk dijadikan korban suatu kasus agar pelaku sebenarnya tidak terjerat kasus tersebut. 2. Mengapa Hendra Saputra di tangkap oleh polisi? Jawab : Hendra Saputra dituduh melakukan tindak pidana korupsi di perusahaannya. 3. Bagaimana nasib Hendra selanjutnya? Jawab : Hendra Saputra dinyatakan bebas karena dia bukan pelakunya melainkan korban kejahatan. Dia ditipu oleh direktur diperusahaan tempat dia bekerja. 4. Siapa saja yang pernah “menjadi tumbal” yang dibahas di mata najwa? Jawab : Hendra Saputra, Sri Mulyati , dan Atik 5. Tuduhan apa yang pernah disodorkan kepada mereka? Jawab : • Hendra Saputra, dituduh melakukan dindak pidana korupsi di perusahaan tempat dia bekerja, padahal kerjanya hanya seorang office boy. • Sri Mulyati, dituduh mempekerjakan anak dibawah umur. • Atik, dituduh mengambil uang dari berangkas bank jatim di gresik sebesar 850 juta.
Previous
Next Post »